Wattunna Matayya Carita.
Carita tentang Mariso wattu riolo sanggenna kamma kammanne. Carita passala’
passulo, paboya tude, loro, pannambungang alloang, goccang-goccang, anak
sikola, jamang allo.. Wattunna katte-katte bicara, saatnya kami bicara. Wattunna
katte carita.. Demikianlah yang hendak disampaikan oleh anak-anak dan remaja
yang tinggal di sekitar pesisir Mariso. Tibalah saatnya mereka yang menyuarakan
apa yang selama ini mereka amati dan menjadi bagian dari kesehariannya lewat
acaranya yang mereka sebut sebagai Trilogy “Saatnya”
------***------
Anak dan remaja
seringkali dianggap tidak cukup penting untuk mengeluarkan pendapatnya atas
pembangunan yang terjadi di lingkungannya. Mereka seakan dibungkam untuk
menyuarakan pengamatannya tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Sementara
perubahan yang mengatasnamakan pembangunan terus terjadi bahkan kian lama
secara perlahan menggusur lingkungan serta mengambil alih tempat bermain dan belajar
mereka. Mereka dianggap belum dewasa untuk berperan serta dalam proses
perubahan dan pembangunan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tugas
mereka cukup hanya belajar dan atau bekerja membantu orang tua. Segala tetek
bengek pembangunan dan masalah sosial adalah urusan orang dewasa dan
pemerintah.
Selama ini yang
terjadi adalah pembangunan fisik yang terus menerus dilakukan oleh pemerintah
yang kerapkali tidak dibarengi oleh upaya-upaya memperhatikan dan memperbaiki
efek dari perubahan yang terjadi karena pembangunan tersebut. Padahal, dalam UU
no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengatakan bahwa anak (dan remaja) adalah
tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki
peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan
eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Bahwa
agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu
mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara
optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, perlu dilakukan
upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan
jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. Sementara akibat dari pembangunan itu justru paling rentan memberikan
efek kepada mereka yang masih belia ini. Mereka menjadi kekurangan public space sebagai tempat bermain,
minimnya sarana dan prasarana yang mendukung potensi pengembangan diri mereka
akibat prioritisasi pembangunan yang tidak memihakpada peningkatan kapasitas mereka sebagai
individu. Inilah yang coba digambarkan oleh anak-anak dan remaja di kawasan
pesisir Mariso yang menjadi binaan dari SOKOLA, sebuah lembaga pendidikan
alternatif yang banyak memfokuskan diri pada pendampingan pendidikan dan
ketrampilan hidup untuk anak dan remaja.
Berbagai peristiwa,
aktifitas pembangunan dan perubahan yang terjadi di kawasan pesisir Mariso yang
terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini direkam oleh anak-anak dan remaja
(usia 6 – 18 tahun) tersebut melalui berbagai media yang dianggap mampu
menyuarakan pikiran, perasaan dan pendapat mereka selama ini. Sejak kurang
lebih setahun terakhir ini, anak-anak dan remaja yang berada dibawah binaan para
volunteer SOKOLA ini dibekali dengan
berbagai kegiatan dan ketrampilan dengan menggunakan media dimana mereka bisa
belajar untuk melihat potensi diri sebagai individu yang mempunyai kekuatan
untuk memaknai diri dan berperan serta dalam proses pembangunan yang terjadi
disekeliling mereka dan di kehidupan sehari-hari.
(pementasan teater anak-anak)
Melalui media
newsletter “Kareba” yang terbit setiap dua kali sebulan, mereka dilatih jurnalistik
dasar dan penulisan sehingga berbagai kejadian dan hal-hal yang menarik yang
terjadi disekitar kawasan Mariso dapat mereka tuangkan dalam berbagai tulisan
seperti halnya seorang citizen reporter dimedia-media besar lainnya. Tawuran,
permainan goccang-goccang, payabo bahkan hingga angin puting
beliung yang merusak atap sekolah mereka pun dituangkan sebagai bentuk
kesadaran kritis mereka yang kian berkembang. Mereka juga mencoba menyuarakan persepsinya
atas gambaran sosial lingkungan melalui media lainnya. Lewat foto-foto, lukisan
dan video komunitas yang mereka buat bersama, terekam berbagai realitaskehidupan warga Mariso yang sarat akan
kesederhanaan namun tetap menggambarkan keceriaan serta keunikan keseharian masyarakatnya.
(Pameran lukisan)
Sebagai bentuk
apresiasi terhadap karya anak-anak dan remaja ini dan dalam rangka memperingati
Hari Anak, pada tanggal 12 Juli lalu, bertempat di kawasan Mariso pihak SOKOLA
yang didukung oleh SoFEI dan Save The Children UK mengadakan Pementasan Teater
serta Pameran Foto dan Lukisan dengan tema “Saatnya Mata Bercerita, Saatnya
Kami Bicara, Saatnya Kami Bercerita”. Dalam pementasan yang berjudul “Saatnya
Kami Bercerita” tersebut menceritakan tentang potret suka-duka kehidupan
masyarakat pesisir yang diperankan oleh 20 anak-anak dan remaja. Melihat
keceriaan dan kepolosan mereka dalam melakonkan suka-duka kehidupan masyarakat
pesisir Mariso yang digambarkan dengan sangat lucu dan lepas, menunjukkan
betapa segala permasalahan yang mereka alami sebagai akibat dari perubahan yang
terjadi dikeluarga dan sekitarnya oleh pembangunan ternyata mampu dihadapi
dengan senyum dan tawa polos kanak-kanak yang ceria. Dan walaupun diusia yang
masih belia, mereka bisa memperlihatkan kesadaran kritisnya atas apa yang
berlangsung di lingkungannya. Ini terlihat pada lukisan dan foto-foto yang
dipamerkan yang sarat dengan objek yang tidak jauh dari keseharian mereka.
Sapuan kuas dan jepretan foto mereka yang meskipun masih dalam kategori pemula
ternyata mampu membawa kita dalam imajinasi mereka mengenai lingkungan
sekitarnya. Bagaimana mereka mesti membiasakan diri hidup dengan genangan
sampah, anak-anak yang mesti bekerja membantu orangtua sebagai tukang becak,
nelayan yang pergi mencari tude, pinggiran kanal yang berubah fungsi menjadi WC
umum dan banyak lagi yang terekam secara ekspresif dalam karya-karya mereka.
Bersamaan dengan pementasan teater dan pameran tersebut, juga diluncurkan buku
yang berisi kumpulan karya anak-anak pesisir Mariso-Makassar terhadap peristiwa
dan perubahan yang terjadi di sekitarnya. Penjualan buku yang berjudul “Saatnya
Kami Bicara” ini akan disumbangkan bagi pengembangan Balla Pappilajarang SOKOLA
Makassar agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi pendidikan dan pelatihan
anak-anak di pesisir Mariso. Seperti yang dikatakan oleh Lasti Kurnia, seorang
fotojurnalis Harian Kompas, bahwa lewat buku yang memuat artikel, puisi, fiksi
dengan ilustrasi karya lukis anak-anak Mariso ini menjadi gambaran yang sangat
berharga untuk mengenal masyarakat pesisir Mariso bagi orang-orang yang berada
diluarkomunitas tersebut. Aan Mansyur,
seorang sastrawan muda Makassar, dalam komentarnya pula mengatakan bahwa
anak-anak yang menulis buku ini memberi contoh bagaimana caranya melunasi
hutang kita kepada dunia dalam membuat catatan tentang diri kita. Tepuk tangan
yang tak putus-putusnya, teriakan kegembiraan masyarakat dan airmata yang
bergenang oleh tatapan haru para penonton malam itu membuat kita tersadarkan
bahwa kita memang mesti malu pada mereka, kita mesti belajar banyak pada
anak-anak ini.
Baru-baru ini di sebuah kegiatan Pelatihan dimana saya bekerja secara freelance saat hendak berkemas pulang, beberapa orang nampak sedang memasang sesuatu pada dinding gedung. Saya lalu menghampiri bersama kawan-kawan. Rupanya mereka sedang memasang sebuah spanduk untuk acara Malam Ramah Tamah karena pelatihan mereka telah selesai. Saya lalu membaca tulisan di spanduk itu yang nampak begitu jelas dan besar. Setelah membaca tulisan dispanduk itu, kening saya berkerut dan saya mencoba untuk memahami apa yang dimaksud dalam kalimat dispanduk itu. Kawan-kawan yang lain pun sama bingungnya dengan saya dan setelah meminta izin untuk mengambil foto spanduk tersebut, kami lalu bersama-sama pulang sembari membahas apa maksud kalimat tersebut bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Bahkan, sampai ditempat saya tinggal pun, kami yang kemudian membahasnya dengan kawan lain, juga tak bisa secara elok menemukan terjemahan yang pas untuk kalimat dispanduk itu.
We Are The A Together Everybody Achieves More To Make It's PNS, It's Attitude Forever
(tulisan yang dispanduk)
Penasaran dengan terjemahan kalimat itu, saya mengajak kalian-kalian untuk ikutan sayembara menebak terjemahan kalimat spanduk. Bagi satu orang yang bisa secara elok, atau secara lucu tapi pas menerjemahkan kalimat bahasa Inggris dalam spanduk itu kedalam bahasa Indonesia akan mendapatkan 1 buah buku "Indonesia di Panyingkul!" secara gratis. Hadiah akan dikirimkan ke alamat pemenang. Siapa saja boleh ikutan. Jurinya tentu saja saya sendiri. Pemenang ditentukan oleh keelokan atau kelucuan terjemahan yang pas dalam menerjemahkannya.
(hadiahnya !!)
Jika berminat, bisa menjawab di comment artikel ini dengan menuliskan: - Nama - Alamat blog - Alamat tempat buku akan dikirim (bila menjadi pemenang) - Terjemahan kalimatnya dalam bahasa Indonesia
Sayembara ini murni iseng aja..tapi hadiahnya gak iseng lho..benaran !! Ayooo ikutaannn !!! Deadline : 31 Juli 2008
" Mari kita mengkampanyekan pemakaian bahasa Indonesia...!! "
Saya dapat info ini dari sebuah milis Sekolah Rumah. Bagus banget buat para orangtua atau guru atau pencinta anak yang ingin mengajarkan kreatifitas bagi kanak-kanak dalam bentuk permainan gunting-lipat-tempel. Apalagi bagi orangtua yang menyekolahkan anaknya di rumah (Homeschooling), ini sangat bagus diajarkan.
Berisikan kumpulan permainan lipat-gunting- tempel. Mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai yang paling rumit. Ada bermacam-macam kategori:
- Animals : membuat hewan-hewan lucu dari kertas.
- Craftown : membuat gedung-gedung, rumah, mobil, jalan, jembatan, fasilitas-fasilitas umum, semuanya dari kertas (karton), dan bisa dikreasikan (dikumpulkan) membentuk sebuah kota.
- Lucky Items : dapat digunakan sebagai dekorasi ruangan, seperti patung unicorn, naga, dll. Semuanya juga dari kertas/karton.
- Buildings of the world : selain mengenal bangunan-bangunan bersejarah di dunia, anak juga mampu mengenal sejarah di balik bangunan tersebut. Ada Menara London, Kastil Osaka, Taj Mahal, Menara Pisa, Patung Liberty, Patung Moai, Sydney Opera House, dll. Semuanya bisa dirakit dari kertas.
- Science : membuat model yang berkaitan dengan sains dan alam semesta, seperti dinosaurus (dan jenis2nya), serangga, teleskop Subaru, Sundial (Jam Matahari), Globe (bola bumi). Tentu saja semuanya dari bahan baku kertas.
- Toys : di sini kita bisa membuat model-model unik seperti Dump Truck, Excavator, Bulldozer, Airplane, bahkan mobil mewah Jaguar pun bisa dibuat dari kertas lengkap dengan detil-detilnya. Ada pula permainan kreatif dari kertas, misalnya Animal Cube Puzzle, Boomerang, Balance Game, Reversi, dll. Permainan-permainan ini tidak bisa langsung dimainkan, tapi dibuat/dirakit terlebih dahulu, dan sekali lagi, bahan bakunya adalah kertas.
- Origami : berbagai macam bentuk origami yang lucu bisa ditemui di sini, mulai dari pesawat terbang, boat, kelinci, katak, gajah, siput, kura-kura, dll.
- Seasons & Holidays : di sini diberikan bermacam-macam pola untuk membuah photo boxes, gift boxes, maupun perlengkapan- perlengkapan pesta (banners, crown, topi, hiasan dinding, topeng, dll)
Semua file-file tersebut disajikan dalam bentuk pdf. Panduan melipat, menggunting, dan menempel disajikan dengan sangat lengkap dan jelas. Beberapa karya tertentu yang termasuk rumit, panduannya diberikan dalam file terpisah (pdf juga).
Dan yang paling penting adalah, semuanya ini adalah FREE DOWNLOADABLE! !!!!
Semoga bermanfaat..
Ayo mari kita tingkatkan terus kreatifitas anak..:)
Wednesday. April 30th 2008. It's 4 am and I couldn't sleep. I let my eyes open wide and keep my mind conscious. I turn on my computer; find relaxing music to fill the silence of my surrounding. I try to rest and lay down on bed. With my unclosed eyes, I look around my room, concentrate to listen every voice that emerges from the quietness. I can hear my instrumental music, rooster's singing, mosque azan and even mosquito noise. All in one harmony. I never feel so peaceful like at this time. I enjoy the calmness of dawn as much as I admire the beauty of dusk. I like the rooster's singing, I like the mosque azan, I like the mosquito noise, I like the sound of my own heartbeat. And what I like most ofmy cheering moment is good morning text from you. It's really complete my day. I am ready to starting my next chapter of life now. Thank you.
(dawn taken by Imran Sentosa, location at Ekatiro, Bulukumba)
awan abu-abu dan dedaun berdebu biru dan hijau dihalau kemarau sama sama bercerita tentang waktu ada yang pergi dan ada yang kembali, lalu bertanya mengapa mesti sendiri?
(Foto : Ni Nyoman Anna M, Lokasi : kampung nelayan pesisir Mariso)
Christmas is coming... I've been a good girl for this year, hope Saint Claus will stop by and bring me the best present ever, the one that I always dreaming of emmm...can I ask that it will be for the rest of my life??
( ssstt..ada to pak guru yang janji ka mo spend christmas with me, asiikkk!!! )
A hectic day at my new office, so many tasks from my boss and homeworks need to be acomplish as soon as possible.. Haven't get my lunch yet, the air condition not function well and my head in pain.. My bestfriend sent me YM an hour ago and said it's a good weather out there.. I wish I could feel it..
But I am so happy and pleased... because of you. Thank you so much !! Still countdown 'till next two weeks and meet you again !!