[Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket]






dejablue
GOD has made everything beautiful in its time..!!
Myspace Layouts, Myspace Graphics, & More!
Click here to make Falling Objects Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Glitter Text @ Glitterfy.com
   

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


MusicPlaylist

<< June 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

myspace comments
More eComments banner angingmammiri
Widget_logo

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, February 14, 2007
Happy Anniversary





"love is having someone who can laugh and cry with, and most of all is having someone who always gives his/her hand to be hold on in good or bad time"


Happy Anniversary, mom and dad...
Never seen love like you both had


Posted at 04:33 pm by dejablue
Foot Prints  

Tuesday, February 13, 2007
I am a monster

Hate my self…

I am a monster !!

 

 

Posted at 09:22 pm by dejablue
Comments (3)  

Sunday, December 31, 2006
Suatu Petang di Ruang Kedatangan Bandara

Ruang kedatangan bandara suatu petang

air menggenang tak membuat jalan kian lengang

ramai suara kanak-kanak tertawa riang

menyewakan payung kepada penumpang yang datang

 

Dia berdiri sendiri dengan mata mencari cari

menengok kanan-kiri mencari yang dinanti

seketika raut wajahnya berseri-seri

anaknya kembali seperti dalam mimpi

 

(New Year 2007)

Posted at 11:16 pm by dejablue
Comment (1)  

Kisah Ibu

Beberapa coretan ketika duduk sendirian menghadap jendela, menghitung satu-dua-tiga-ambulance yang lewat setiap tigapuluh menit.

 

KADO LEBARAN BUAT IBUNDA

 

mobil lalu lalang, hilir mudik orang-orang.

Ini hari terakhir Ramadhan, besok kita Lebaran

            "tak ada uang buat pulang"

 

Senja bersolek, kenangan mulai menyolek-nyolek

mampir sejenak di warung ingatan

            "kukirim doa beserta cinta, untukmu Ibunda!"

 

(September, 2006)

 

ZIARAH IBU

 

Ibu,

ijinkan aku menziarahimu setiap waktu

lewat mata dan senyum anakku

yang belum sempat engkau peluk

 

(September, 2006)

 

KIRIMAN BUAT IBU

 

Hari ini aku sengaja pergi pagi. Berdandan rapi bak pegawai negeri,

yang selalu Ibu ingin aku menjadi, namun tak jua terpenuhi.

Bergegas menekan gas sepeda motor yang belum lunas. Sebuah amplop

yang belum dicap, berisi sajak-sajak yang tak pernah terucap. Paket buat Ibu,

sebuah kado ulang tahun dariku. Petugas meminta menulis di kertas.

"Alamat yang jelas!" . Kuambil pena dari saku celana. Buat Ibu, di surga.

Dari anakmu, yang durhaka.

 

(September, 2006)

 

 

 

Posted at 10:12 pm by dejablue
Comment (1)  

Wednesday, December 27, 2006
MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR 2007

 

Wish you " Merry Christmas & Happy New year 2007 "

 

May the joy of Christmas and good things be with you thru years...

 

 

 

 

and always... for you mom !!

(Christmas will never be same again, without you)

 

 

Di waktuku masih kecil, gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi, Ibuku bertelut
Sujud berdoa, kudengar namaku disebut

Di doa Ibuku, namaku disebut
Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut

Seringlah kini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris kusesat
Melintas gambar Ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup, kudengar namaku disebut

Di doa Ibuku, namaku disebut
Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut

Sekarang dia telah pergi, ke rumah yang senang
Namun kasihnya padaku, selalu kukenang
Kelak di sana kamipun, bersama bertelut
Memuji Tuhan yang dengar namaku disebut

Di doa Ibuku, namaku disebut
Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut

 

(Di doa Ibuku Namaku disebut - Nikita)

Merry Christmas, everybody, God loves you !!!

Posted at 12:19 pm by dejablue
Comment (1)  

Sunday, December 17, 2006
A letter to mom

Dear mom,

 

How are you today? I and dad are okay here. He was buying me Padang dishes for our lunch. I remember when we used to try new restaurant every Sunday after went to church. Mmm..mom, I skip the Sunday Mass many times, but I never forget to pray for you. I don’t know, every time I pass the church, I can see my self in the car, with you, we were arguing something like we always did, or laughing on each other. And if I go there, it’s not the same anymore. I only with myself. Alone. Sitting next to other people whom I know, but they’re not you.

 

Mom, I pray to God every night, I asked Him to tell you how much I miss you. I pray to God every time I remember you, in my silence I close my eyes and hoping you are here with me. I love you, mom. We all love you and miss you. I know Daddy always cries for you. He was just hiding it from me. Many times I found him with tears in the dark. He loves you so much. I never have seen love like you both.

 

Mom, you know what? I am so proud to be your daughter. You are the best mom in the world. And I believe, God knows you better than I, so I am sure He will take care of you and give you nothing but happiness now. No more pain, Mom. No more medicines.

 

I know you always be around me, smile at me when no one can see it, touch my hair and hug me when I feel sad. I don’t need dream if I want to meet you. I know you’ll be there, anytime for me.

I saw you picture this morning, and you looked so happy. Yes, you are a happy mom, and you will always will, here or there. I love you, mom !!

 

Miss you,

 

Your daughter

 

Posted at 03:51 pm by dejablue
Comments (2)  

Thursday, November 16, 2006
November Rain

Tak ada kaitannya sama sekali dengan group musik Guns n Roses, hanya saja lagu November Rain mereka sangat pas dengan suasana saat ini. Hujan pertama di bulan November... sejuk dan segar. Sedikit gelap, tapi tak mengapa, selama ada dia...!!!

Posted at 12:51 pm by dejablue
Comments (3)  

Friday, November 03, 2006
I wish I were...

         Sedari kecil saya selalu tertarik dengan kisah-kisah ibu peri dan tongkat sihirnya. Kebetulan orangtua seringkali menghadiahkan kami buku-buku bacaan yang inspiratif dan imajinatif seperti karya-karya Enyd Bylton, Hans Christian Andersen, dan sebagainya. Bagi saya saat itu yang paling menarik dari cerita-cerita di buku adalah keajaiban si tongkat sihir. Bila ada kejahatan, ibu peri yang baik hati segera mengayunkan tongkatnya yang diikuti dengan kerlipan bintang-bintang kecil disekitarnya yang membuat penjahat terjatuh atau berubah menjadi kodok. Dibenak saya waktu itu, semua masalah akan terselesaikan dengan baik dan orang jahat pasti mendapat ganjarannya berkat keajaiban tongkat sihir. Bersama kawan perempuan, dahulu saya sering memakai kain taplak berwarna putih yang diikatkan dibahu, dan merangkai bunga-bunga yang diletakkan dikepala sambil memegang ranting kecil seolah-olah kami adalah ibu peri dan kawan laki-laki adalah penjahat yang harus dikerjai dengan tongkat ajaib kami. Kadang-kadang sampai terbawa mimpi permainan yang kami lakukan sore hari sebelumnya.

         Beranjak dewasa, kisah ibu peri dan tongkat sihirnya tak lagi mendominasi khayalan saya, hanya sesekali saja muncul terutama bila saya bertemu dengan orang atau kejadian tak mengenakkan. Kadang bila tengah mengemudi dan tiba-tiba ada yang iseng mengganggu dan membuat jengkel, saya berharap punya tongkat sihir, mengayunkan ke orang yang menyebalkan tadi dan sebuah tamparan keras tiba-tiba melayang ke pipinya. Atau bila berpapasan dengan ' Pasukan Musa membelah lautan ' alias pengantar jenazah yang ugal-ugalan dan suka memukul-mukulkan kayu kekendaraan yang lewat, saya ingin sekali memberikan pelajaran dengan membalikkan kayunya sehingga memukul balik kedirinya sendiri.

         Beberapa hari yang lalu saya mengantar abang ke airport. Kebetulan libur Lebaran yang cukup lama itu pas dengan 40 hari berpulangnya ibunda jadi abang pulang ke Makasar. Sewaktu saya dan ayah selesai mengantar abang yang hendak kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri singgah di stand Pizza yang ada di ruang tunggu bandara. Ternyata seorang kawan lama di SMP juga ada disitu dan menyapa saya. Dia sedang bersantai bersama dua orang temannya, satu laki-laki dan satu perempuan. Sambil menunggu pizza saya dimasukkan ke dos, saya bercakap-cakap dengan kawan lama tersebut. Beberapa kali teman laki-lakinya nyeletuk kecil yang amat sangat tak lucu. Saya tak menghiraukannya. Sewaktu kawan saya menanyakan kabar keluarga, saya menjawab bahwa ibu baru saja meninggal dunia, tiba-tiba teman laki-lakinya menyela dengan kerasnya  " aah, sudah saatnya mi itu " ...  Saat itu juga, ingin sekali saya punya tongkat sihir dan menjatuhkan sebuah pot di atas kepala teman laki-laki kawan saya itu, biar tahu rasa dia... Akhirnya, sambil menahan amarah dan cepat-cepat mengambil dos pizza, saya pamit pada kawan tadi dan menambahkan : " beritahu temanmu, semakin banyak dia bicara semakin jelas tak beradab dan bodohnya dia. "

 

Posted at 04:53 pm by dejablue
Comments (6)  

Saturday, October 28, 2006
Grandma

I just came back from Toraja, my mom hometown. With dad and my brother, we visited mom's grave. My grandma still lives in Toraja, she is very old now, I am not so sure how old she is, but probably around 80s-90s something. She is very active grandma, talkative but with short memory. She always asked the same questions so many times and walking around by herself.

We arrived at 5am. Grandma welcomed us delightfully. She sang us a song and taught me a poem. Wonderful song and poem.

With that age, you will amazed how strong and healthy she is. One thing for sure, because of her (and of course with little help from my grandpa) I had my mom...

This is my grandma

 

Posted at 04:14 pm by dejablue
Comment (1)  

Thursday, October 12, 2006
I love you, mom !

Cukup lama saya tak berminat untuk posting apapun dalam blog ini. Postingan terakhir saya mengenai cacar air tanggal 20 September lalu, beberapa jam sebelum mama tercinta meninggal dunia.

Saat ini saya duduk depan komputer di ruangan kantor kami yang kebetulan terletak di lantai 2 dan menghadap tepat ke jalan raya. Tiba-tiba terdengar suara sirene yang rupanya berasal dari ambulance yang melewati jalan perintis kemerdekaan ini. Teringat pada sebuah perbincangan saya dengan seorang teman tentang keinginan saya untuk mencatat jumlah ambulance yang lewat depan kantor kami ini mulai dari pagi hingga malam hari. Sepertinya hanya berselang setengah jam saja, ambulance lalu lalang. Entah membawa pasien ataukah jenazah. Yang pasti, suara ambulance tersebut menjadi trauma tersendiri bagi saya.

Sebelumnya, seorang kawan pernah mengajarkan kepada saya untuk berdoa " semoga Tuhan besertamu dan selamatlah engkau " setiap berpapasan dengan ambulance. Dengan mendoakan demikian, apalagi yang didalamnya seorang pasien yang diantar ke RS maka semogalah dia sembuh, namun bila jenazah yang diantarkan oleh ambulance tersebut maka semoga diterima oleh Tuhan Sang Penciptanya. Walaupun saya selalu mendoakan demikian bila mendengar atau berpapasan dengan ambulance, tak pernah sedikitpun terbayang jika suatu hari saya yang berada dalam ambulance,  didekat jenazah ibunda tercinta.

Setiap kali mendengar sirene ambulance, jantung saya berdegub kencang dan keringat dingin keluar dengan sendirinya dari pori-pori kulit. Masih tak percaya, ibunda tercinta tak lagi bersama secara fisik dengan kami. Terkadang, saya masih berharap ketika pulang ke rumah, masih ada beliau menyambut dengan senyumnya dan lalu kami bertiga (dengan ayah) bercerita apa saja sambil berbaring di tempat tidur.

Mama selalu berkata bahwa beliau sudah siap jika Tuhan memanggilnya sewaktu-waktu. Bahkan katanya, dengan penyakit yang diderita selama ini, adalah bonus baginya bisa menemani kami lebih lama dari yang mungkin seharusnya. Hanya saja, jika boleh meminta pada Sang Maha Kasih, beliau tak ingin menderita kesakitan terlalu lama. Dan Tuhan pun mengabulkan doa beliau. Tepat di jam dimana mama biasa berdoa Kerahiman, pukul 15.00 hari Rabu tanggal 20 September 2006, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu tenang, penuh kedamaian dan tersenyum.  Walaupun kami sangat kehilangan beliau, tapi kami percaya Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk mama. Dan saat ini, bersama dengan-Nya, mama memandang kami dengan senyum khasnya, bahagia telah pulang kerumah Bapanya.

Melalui blog ini juga saya ingin menyampaikan terima kasih untuk doa dan dukungan yang tak henti semenjak beliau sakit hingga wafatnya kepada teman-teman dan kerabat, baik melalui sms, email, telepon, shoutbox dan menemui langsung. Kami tak bisa membalas perhatian dan budi baik kalian semua, hanya doa yang kami berikan, semoga Tuhan membalasnya dengan kebaikan.

Sekali lagi sirene ambulance terdengar, hari semakin gelap, waktunya untuk pulang.

I love you, mom !!

 

 

Posted at 04:27 pm by dejablue
Comments (8)  

Previous Page Next Page