|
|
 |
Wednesday, February 14, 2007
 "love is having someone who can laugh and cry with, and most of all is having someone who always gives his/her hand to be hold on in good or bad time"
Happy Anniversary, mom and dad... Never seen love like you both had
Posted at 04:33 pm by dejablue
Permalink
Tuesday, February 13, 2007

Hate my self…
I am a monster !!
Posted at 09:22 pm by dejablue
Permalink
Sunday, December 31, 2006
Suatu Petang di Ruang Kedatangan Bandara
Ruang kedatangan bandara suatu petang
air menggenang tak membuat jalan kian lengang
ramai suara kanak-kanak tertawa riang
menyewakan payung kepada penumpang yang datang
Dia berdiri sendiri dengan mata mencari cari
menengok kanan-kiri mencari yang dinanti
seketika raut wajahnya berseri-seri
anaknya kembali seperti dalam mimpi
(New Year 2007)
Posted at 11:16 pm by dejablue
Permalink
Beberapa coretan ketika duduk sendirian menghadap jendela, menghitung satu-dua-tiga-ambulance yang lewat setiap tigapuluh menit.
KADO LEBARAN BUAT IBUNDA
mobil lalu lalang, hilir mudik orang-orang.
Ini hari terakhir Ramadhan, besok kita Lebaran
"tak ada uang buat pulang"
Senja bersolek, kenangan mulai menyolek-nyolek
mampir sejenak di warung ingatan
"kukirim doa beserta cinta, untukmu Ibunda!"
(September, 2006)
ZIARAH IBU
Ibu,
ijinkan aku menziarahimu setiap waktu
lewat mata dan senyum anakku
yang belum sempat engkau peluk
(September, 2006)
KIRIMAN BUAT IBU
Hari ini aku sengaja pergi pagi. Berdandan rapi bak pegawai negeri,
yang selalu Ibu ingin aku menjadi, namun tak jua terpenuhi.
Bergegas menekan gas sepeda motor yang belum lunas. Sebuah amplop
yang belum dicap, berisi sajak-sajak yang tak pernah terucap. Paket buat Ibu,
sebuah kado ulang tahun dariku. Petugas meminta menulis di kertas.
"Alamat yang jelas!" . Kuambil pena dari saku celana. Buat Ibu, di surga.
Dari anakmu, yang durhaka.
(September, 2006)
Posted at 10:12 pm by dejablue
Permalink
Wednesday, December 27, 2006
MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR 2007
Wish you " Merry Christmas & Happy New year 2007 "
May the joy of Christmas and good things be with you thru years...
and always... for you mom !!
(Christmas will never be same again, without you)
Di waktuku masih kecil, gembira dan senang Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang Di sore hari nan sepi, Ibuku bertelut Sujud berdoa, kudengar namaku disebut
Di doa Ibuku, namaku disebut Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut
Seringlah kini kukenang, di masa yang berat Di kala hidup mendesak dan nyaris kusesat Melintas gambar Ibuku, sewaktu bertelut Kembali sayup, kudengar namaku disebut
Di doa Ibuku, namaku disebut Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut
Sekarang dia telah pergi, ke rumah yang senang Namun kasihnya padaku, selalu kukenang Kelak di sana kamipun, bersama bertelut Memuji Tuhan yang dengar namaku disebut
Di doa Ibuku, namaku disebut Di dia Ibu kudengar, ada namaku disebut
(Di doa Ibuku Namaku disebut - Nikita)
Merry Christmas, everybody, God loves you !!!
Posted at 12:19 pm by dejablue
Permalink
Sunday, December 17, 2006
Dear mom,
How are you today? I and dad are okay here. He was buying me Padang dishes for our lunch. I remember when we used to try new restaurant every Sunday after went to church. Mmm..mom, I skip the Sunday Mass many times, but I never forget to pray for you. I don’t know, every time I pass the church, I can see my self in the car, with you, we were arguing something like we always did, or laughing on each other. And if I go there, it’s not the same anymore. I only with myself. Alone. Sitting next to other people whom I know, but they’re not you.
Mom, I pray to God every night, I asked Him to tell you how much I miss you. I pray to God every time I remember you, in my silence I close my eyes and hoping you are here with me. I love you, mom. We all love you and miss you. I know Daddy always cries for you. He was just hiding it from me. Many times I found him with tears in the dark. He loves you so much. I never have seen love like you both.
Mom, you know what? I am so proud to be your daughter. You are the best mom in the world. And I believe, God knows you better than I, so I am sure He will take care of you and give you nothing but happiness now. No more pain, Mom. No more medicines.
I know you always be around me, smile at me when no one can see it, touch my hair and hug me when I feel sad. I don’t need dream if I want to meet you. I know you’ll be there, anytime for me.
I saw you picture this morning, and you looked so happy. Yes, you are a happy mom, and you will always will, here or there. I love you, mom !!
Miss you,
Your daughter
Posted at 03:51 pm by dejablue
Permalink
Thursday, November 16, 2006
Tak ada kaitannya sama sekali dengan group musik Guns n Roses, hanya saja lagu November Rain mereka sangat pas dengan suasana saat ini. Hujan pertama di bulan November... sejuk dan segar. Sedikit gelap, tapi tak mengapa, selama ada dia...!!!
Posted at 12:51 pm by dejablue
Permalink
Friday, November 03, 2006
Sedari kecil saya selalu tertarik dengan kisah-kisah ibu peri dan tongkat sihirnya. Kebetulan orangtua seringkali menghadiahkan kami buku-buku bacaan yang inspiratif dan imajinatif seperti karya-karya Enyd Bylton, Hans Christian Andersen, dan sebagainya. Bagi saya saat itu yang paling menarik dari cerita-cerita di buku adalah keajaiban si tongkat sihir. Bila ada kejahatan, ibu peri yang baik hati segera mengayunkan tongkatnya yang diikuti dengan kerlipan bintang-bintang kecil disekitarnya yang membuat penjahat terjatuh atau berubah menjadi kodok. Dibenak saya waktu itu, semua masalah akan terselesaikan dengan baik dan orang jahat pasti mendapat ganjarannya berkat keajaiban tongkat sihir. Bersama kawan perempuan, dahulu saya sering memakai kain taplak berwarna putih yang diikatkan dibahu, dan merangkai bunga-bunga yang diletakkan dikepala sambil memegang ranting kecil seolah-olah kami adalah ibu peri dan kawan laki-laki adalah penjahat yang harus dikerjai dengan tongkat ajaib kami. Kadang-kadang sampai terbawa mimpi permainan yang kami lakukan sore hari sebelumnya.

Beranjak dewasa, kisah ibu peri dan tongkat sihirnya tak lagi mendominasi khayalan saya, hanya sesekali saja muncul terutama bila saya bertemu dengan orang atau kejadian tak mengenakkan. Kadang bila tengah mengemudi dan tiba-tiba ada yang iseng mengganggu dan membuat jengkel, saya berharap punya tongkat sihir, mengayunkan ke orang yang menyebalkan tadi dan sebuah tamparan keras tiba-tiba melayang ke pipinya. Atau bila berpapasan dengan ' Pasukan Musa membelah lautan ' alias pengantar jenazah yang ugal-ugalan dan suka memukul-mukulkan kayu kekendaraan yang lewat, saya ingin sekali memberikan pelajaran dengan membalikkan kayunya sehingga memukul balik kedirinya sendiri.
Beberapa hari yang lalu saya mengantar abang ke airport. Kebetulan libur Lebaran yang cukup lama itu pas dengan 40 hari berpulangnya ibunda jadi abang pulang ke Makasar. Sewaktu saya dan ayah selesai mengantar abang yang hendak kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri singgah di stand Pizza yang ada di ruang tunggu bandara. Ternyata seorang kawan lama di SMP juga ada disitu dan menyapa saya. Dia sedang bersantai bersama dua orang temannya, satu laki-laki dan satu perempuan. Sambil menunggu pizza saya dimasukkan ke dos, saya bercakap-cakap dengan kawan lama tersebut. Beberapa kali teman laki-lakinya nyeletuk kecil yang amat sangat tak lucu. Saya tak menghiraukannya. Sewaktu kawan saya menanyakan kabar keluarga, saya menjawab bahwa ibu baru saja meninggal dunia, tiba-tiba teman laki-lakinya menyela dengan kerasnya " aah, sudah saatnya mi itu " ... Saat itu juga, ingin sekali saya punya tongkat sihir dan menjatuhkan sebuah pot di atas kepala teman laki-laki kawan saya itu, biar tahu rasa dia... Akhirnya, sambil menahan amarah dan cepat-cepat mengambil dos pizza, saya pamit pada kawan tadi dan menambahkan : " beritahu temanmu, semakin banyak dia bicara semakin jelas tak beradab dan bodohnya dia. "
Posted at 04:53 pm by dejablue
Permalink
Saturday, October 28, 2006
I just came back from Toraja, my mom hometown. With dad and my brother, we visited mom's grave. My grandma still lives in Toraja, she is very old now, I am not so sure how old she is, but probably around 80s-90s something. She is very active grandma, talkative but with short memory. She always asked the same questions so many times and walking around by herself.
We arrived at 5am. Grandma welcomed us delightfully. She sang us a song and taught me a poem. Wonderful song and poem.
With that age, you will amazed how strong and healthy she is. One thing for sure, because of her (and of course with little help from my grandpa) I had my mom...
This is my grandma

Posted at 04:14 pm by dejablue
Permalink
Thursday, October 12, 2006
Cukup lama saya tak berminat untuk posting apapun dalam blog ini. Postingan terakhir saya mengenai cacar air tanggal 20 September lalu, beberapa jam sebelum mama tercinta meninggal dunia.
Saat ini saya duduk depan komputer di ruangan kantor kami yang kebetulan terletak di lantai 2 dan menghadap tepat ke jalan raya. Tiba-tiba terdengar suara sirene yang rupanya berasal dari ambulance yang melewati jalan perintis kemerdekaan ini. Teringat pada sebuah perbincangan saya dengan seorang teman tentang keinginan saya untuk mencatat jumlah ambulance yang lewat depan kantor kami ini mulai dari pagi hingga malam hari. Sepertinya hanya berselang setengah jam saja, ambulance lalu lalang. Entah membawa pasien ataukah jenazah. Yang pasti, suara ambulance tersebut menjadi trauma tersendiri bagi saya.
Sebelumnya, seorang kawan pernah mengajarkan kepada saya untuk berdoa " semoga Tuhan besertamu dan selamatlah engkau " setiap berpapasan dengan ambulance. Dengan mendoakan demikian, apalagi yang didalamnya seorang pasien yang diantar ke RS maka semogalah dia sembuh, namun bila jenazah yang diantarkan oleh ambulance tersebut maka semoga diterima oleh Tuhan Sang Penciptanya. Walaupun saya selalu mendoakan demikian bila mendengar atau berpapasan dengan ambulance, tak pernah sedikitpun terbayang jika suatu hari saya yang berada dalam ambulance, didekat jenazah ibunda tercinta.
Setiap kali mendengar sirene ambulance, jantung saya berdegub kencang dan keringat dingin keluar dengan sendirinya dari pori-pori kulit. Masih tak percaya, ibunda tercinta tak lagi bersama secara fisik dengan kami. Terkadang, saya masih berharap ketika pulang ke rumah, masih ada beliau menyambut dengan senyumnya dan lalu kami bertiga (dengan ayah) bercerita apa saja sambil berbaring di tempat tidur.
Mama selalu berkata bahwa beliau sudah siap jika Tuhan memanggilnya sewaktu-waktu. Bahkan katanya, dengan penyakit yang diderita selama ini, adalah bonus baginya bisa menemani kami lebih lama dari yang mungkin seharusnya. Hanya saja, jika boleh meminta pada Sang Maha Kasih, beliau tak ingin menderita kesakitan terlalu lama. Dan Tuhan pun mengabulkan doa beliau. Tepat di jam dimana mama biasa berdoa Kerahiman, pukul 15.00 hari Rabu tanggal 20 September 2006, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu tenang, penuh kedamaian dan tersenyum. Walaupun kami sangat kehilangan beliau, tapi kami percaya Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk mama. Dan saat ini, bersama dengan-Nya, mama memandang kami dengan senyum khasnya, bahagia telah pulang kerumah Bapanya.
Melalui blog ini juga saya ingin menyampaikan terima kasih untuk doa dan dukungan yang tak henti semenjak beliau sakit hingga wafatnya kepada teman-teman dan kerabat, baik melalui sms, email, telepon, shoutbox dan menemui langsung. Kami tak bisa membalas perhatian dan budi baik kalian semua, hanya doa yang kami berikan, semoga Tuhan membalasnya dengan kebaikan.
Sekali lagi sirene ambulance terdengar, hari semakin gelap, waktunya untuk pulang.
I love you, mom !!
Posted at 04:27 pm by dejablue
Permalink
|